Pahlawan Digital: Workshop di Purwokerto Bekali Guru dan Siswa dengan Kecerdasan Buatan

0 21

BSINews,Purwokerto — Gerakan literasi digital di Indonesia kembali bergeliat melalui Workshop Pahlawan Digital bertajuk “The Power of Digital Creativity with AI” yang digelar di Hotel Luminor, Purwokerto, Kamis (6/11). Acara ini merupakan bagian dari Program CERMAI (Cerdas dan Mahir AI), sebuah inisiatif nasional yang bertujuan meningkatkan kompetensi digital dan kecerdasan buatan (AI) di kalangan guru serta siswa.

Pahlawan Digital: Workshop di Purwokerto Bekali Guru dan Siswa dengan Kecerdasan Buatan

Program CERMAI menargetkan pelatihan intensif bagi 5.000 guru dan 100.000 siswa dari berbagai daerah, membekali mereka dengan keterampilan penerapan AI untuk pembelajaran kreatif dan produktif. Inisiatif ini bertujuan menyiapkan generasi muda menghadapi era transformasi digital.

Chandra Kesuma, Kepala Kampus dan tuan rumah kegiatan, yang juga berasal dari Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif, menegaskan pentingnya literasi digital dalam pendidikan. “AI bukan lagi teknologi masa depan, tetapi keterampilan masa kini. Guru dan siswa perlu memahami cara memanfaatkannya secara etis dan kreatif agar mampu bersaing di dunia global,” ujarnya dalam keterangan rilis Senin (10/11).

Baca Juga:Dari Cahaya Menjadi Karya: UBSI Kampus Kalimalang Hadirkan Workshop Fotografi Studio untuk Mahasiswa

Workshop ini menghadirkan Ir. Nurul Hidayat, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Fakultas Teknik Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), sebagai *keynote speaker. Nurul memaparkan peran AI dalam membangun pendidikan adaptif dan personal. Menurutnya, AI dapat membantu guru memahami kebutuhan belajar siswa secara lebih mendalam.

Dengan memanfaatkan data dan algoritma cerdas, proses belajar dapat menjadi lebih efisien, inklusif, dan menyenangkan,” jelas Nurul.

Verry Rianto, Chief Technology Officer DICO, menyoroti potensi ekonomi kreatif berbasis AI. Ia menjelaskan bagaimana teknologi dapat menjadi alat untuk mengembangkan ide bisnis digital, desain kreatif, serta solusi berbasis data.

Kreativitas digital adalah kunci. Dengan AI, siapa pun dapat menjadi pencipta solusi yang relevan dan berdampak,” tutur Verry.

Ricky Sastra, Partner of DICO, menambahkan perspektif tentang kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri teknologi. Ia mendorong agar pelajar tidak hanya menjadi pengguna AI, tetapi juga inovator.

Ekosistem pendidikan perlu bersinergi dengan dunia industri agar tercipta talenta digital yang siap pakai,” katanya.

Kukuh Panggalih, Chief Creative Marketing DICO, memberikan sambutan inspiratif, menekankan pentingnya semangat Pahlawan Digital dalam menciptakan perubahan positif melalui teknologi.

Moderator Ina Maryani memandu sesi diskusi yang berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari peserta.

Baca Juga:UBSI Kampus Bekasi Sukses Gelar Workshop Pahlawan Digital Bahas Tantangan dan Peluang Era AI

Program CERMAI berharap Workshop Pahlawan Digital ini dapat membangun kesadaran kolektif bahwa AI bukan sekadar alat bantu, melainkan mitra strategis dalam proses pembelajaran dan pengembangan kreativitas. Dengan dukungan akademisi, industri, dan komunitas teknologi, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah nyata menuju transformasi pendidikan Indonesia berbasis kecerdasan buatan, mencetak generasi unggul di era digital. (Sfkrhm)

Leave A Reply

Your email address will not be published.